tugas artikel ekonomi koperasi

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Sejak dulu, pabrik tahu terkenal sebagai sumber pencemaran sungai dan bau busuk. Limbahnya sering menimbulkan protes penduduk sedangkan sungai yang dibuangi limbah turun mutu perairannya sehingga akan merusak ekosistem yang hidup di sungai itu. Sebagai contoh yang dialami warga Comet Raya Banjarbaru yang mengeluhkan bau menyengat limbah tahu yang dibuang di sungai Durian, apalagi di musim kemarau baunya kian terasa karena aliran sungai yang tidak begitu deras membuat limbah tidak dapat mengalir di sungai. Kasus ini juga merupakan masalah bagi para pengusaha tahu karena mereka kebingungan untuk membuang limbah dan pada akhirnya mereka harus tersandung masalah dengan pihak kepolisian karena limbah tahu mereka diprotes penduduk yang ada di sekitar pabrik tersebut.

Pada tahun 1990 ditemukan cara pemanfaatan limbah tahu untuk bahan baku industri yaitu digunakan sebagai nata de soya yang apabila dilakukan beramai-ramai secara nasional, bisa mengurangi limbah yang menggangu lingkungan sekitar pabrik. Seperti halnya nata de coco atau sari kelapa yang sudah lama diusahakan orang untuk mengurangi limbah air kelapa, nata de soya merupakan salah satu alternatif pemanfaatan limbah tahu menjadi bahan baku industri. Pengolahan limbah tahu menjadi nata ini  melibatkan bakteri Acetobakter xynilum yang memakai protein dan karbahidrat dalam limbah sebagai sumber energi untuk hidup dan berkembang biak. Dalam proses ini dihasilkan berupa lapisan padat seperti agar-agar di dekat permukaan cairan pemeliharaan.

Sari kedelai atau nata de soya ini dapat disajikan sebagai campuran minuman dengan menambahkan es batu, seperti halnya sari kelapa atau nata de coco. Nata de soya juga dapat disimpan dalam pendingin dengan cara menambahkan larutan gula dan menambahkan aroma buah untuk konsumsi yang lebih lama.

Limbah tahu merupakan residu dari pengolahan kedelai menjadi tahu. Meskipun bahan ini berupa limbah akan tetapi ditinjau dari segi gizi sesungguhnya bahan ini merupakan bahan yang padat gizi, sehingga sayang sekali jika limbah ini dibuang. Selain itu dengan mengolah limbah tahu menjadi nata de soya, pencemaran lingkungan dapat dikurangi. Pengurangan limbah ini memang kecil namun bila sebanyak mungkin orang menerapkan hal ini maka secara nasional pengurangan pencemaran ini sangat berarti. Sebagai tambahan dengan pemanfaatan limbah tahu menjadi nata de soya juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat utamanya di daerah Kediri, Jawa Timur.

Daerah Tumpang merupakan daerah penghasil tahu yang paling terkenal. Hampir semua orang tahu akan hal itu. Usaha dalam pengolahan limbah tahu menjadi nata de soya  ini akan sngat cocok jika diterapkan di daerah Tumpang. Karena dari proses industri tahu tersebut akan dihasilkan limbah tahu yang banyak perharinya. Dimana untuk pembuatan nata de soya ini digunakan limbah tahu sebagai bahan bakunya. Dan yang lebih penting adalah dengan pengolahan limbah tahu menjadi nata de soya di daerah Tumpang akan dapat mengurangi pencemaran yang disebabkan oleh pabrik tahu di daerah tersebut.

Dengan melihat banyak manfaat yang akan diperoleh dalam industri pengolahan limbah tahu menjadi nata de soya  maka disusunlah program kreativitas mahasiswa bidang kewirausahaan dengan judul ” Pemanfaatan Limbah Tahu Untuk Nata De Soya Sebagai Unit Kewirausahaan   Baru Di Daerah Tumpang Jawa Timur”. Dengan harapan program ini dapat diterapkan di daerah Tumpang dan dapat mengurangi pencemaran serta meningkatkan pendapatan masyarakat yang ada di daerah Tumpang khususnya dan masyarakat di daerah lain pada umumnya.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang dapat disusun dalam program ini adalah sebagai berikut:

  1. Apakah manfaat limbah tahu bagi masyarakat?
  2. Bagaimana cara pengolahan limbah tahu menjadi nata de soya?
  3. Bagaimana analisis ekonomi usaha pengolahan limbah tahu menjadi nata de soya?
  4. Bagaimana peluang usaha nata de soya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tumpang , Jawa Timur?

Tujuan Program

Berdasarkan rumusn masalah yang disusun maka tujuan dari program ini adalah:

  1. Mengetahui manfaat limbah tahu bagi masyarakat
  2. Mengetahui cara pengolahan limbah tahu menjadi nata de soya
  3. Mengetahui analisis ekonomi usaha pengolahan limbah tahu menjadi nata de soya
  4. Mengetahui peluang usaha nata de soya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tumpang Jawa Timur.

Luaran Yang Diharapkan

Dari kegiatan produksi data soya ini,akan dihasilkan produk berupa Nata de soya yang dikemas dalam plastik dan kaleng. Dari produk ini akan dipasarkan kepada konsumen yang berada di sekitar lokasi pembuatan dan kepada masyarakat sekitarnya.

Untuk meningktan penghasilan,maka produk yang dipasarkan dapat dibuat beragam dalam rasanya sesuai dengan tuntutan masyarakat. Dengan menghasilkan produk yang beragam maka keluaran yang dihasilkan juga cukup beragam,dengan demikian pemasukan juga meningkat.

Kegunaan Program

Progam yang diselenggarakan diharapkan akan memberi manfaat bagi peneliti khususnya dan masyarakatpada umumnya. Bagi peneliti, dengan memanfatkan limbah tahu sebagai bahan untuk pembuatan nata de soya maka peneliti akan lebih memahami proses biologis dalam pembuatan nata. Bagi masyarakat yang ada disekitar pemanfaatan limbah tahu untuk pembuatan nata de soya ini akan dapat mengatasi masalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan tahu. Selain itu apabila usaha ini dapat berkembang,maka akan dapat membuka lapangan usaha baru sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gambaran Umum Rencana Usaha

Kediri sebagai kota tahu sudah dikenal oleh banyak orang. Di daerah tersebut banyak usaha dalam skala kecil maupun skala besar dalam bidang pengolahan produk tahu. Dimana setiap usaha tersebut akan menghasilkan hasil sampingan  berupa limbah tahu baik bentuk cair maupun padat.

Seperti dijelaskan dalam latar belakang bahwa dengan menggunakan bakteri Acetobakter xynilum akan dapat diperoleh nata de soya dengan menggunakan limbah tahu. Usaha ini sangat cocok bila diterapkan di daerah Kediri, Jawa timur karena disini terdapat sumber bahan baku nata de soya yaitu limbah tahu dari pabrik-pabrik tahu yang ada di daerah tersebut. Dengan demikian jika usaha tersebut diterapkan di daerah Kediri akan mengurangi biaya pengangkutan bahan baku. Dan dengan pengolahan yang tidak rumit maka akan menekan ongkos produksi dari pembuatan nata de soya ini.

Dari aspek ekologis jika usaha ini diterapkan di Daerah Kediri maka akan mengurangi angka pencemaran yang diakibatkan pengolahan tahu ini baik pencemaran air maupun udara. Selain itu juga dengan adanya usaha ini diharapkan membuka lapangan kerja baru yang nantinya akan meningkatkan taraf pendapatan masyarakat.

Dengan mengadakan inovasi dalam produk nata de soya maka akan dapat diciptakan hasil produk nata de soya yang memiliki bermacam-macam aroma, rasa dan tahan lama. Dan dengan pengemasan yang beda dengan produk lain diharapkan dapat bersaing dengan produk yang lain. Selain itu dengan pemilihan bahan baku kedelai bermutu tinggi untuk  pembuatan tahu maka  diharapkan dapat meningkatkan kualitas limbah tahu sehingga juga menambah nilai gizi dari nata de soya yang dihasilkan. Kesemuanya merupakan nilai tambah dalam penjualan nata de soya yang cukup penting untuk diperhatikan.

METODE PENDEKATAN

Metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan beberapa tahapan antara lain:

* Tahap Persiapan

§         Survey daerah sasaran dalam hal ini adalah  daerah Tumpang, Malang, Jawa Timur

§         Penentuan tempat pelaksanaan program

§         Pengadaan alat dan bahan

* Tahap Pelaksanaan

§         Proses pelaksanaan program meliputi

  • Pembuatan nata de soya sampai memanen nata sekali proses produksi membutuhkan waktu 2 minggu
  • Perendaman dan pencucian nata sampai bersi

§         Pengemasan hasil produk

* Tahap Akhir

§         Pemasaran

§         Pembuatan laporan

 

Air limbah tahu masih mengandung bahan-bahan organik seperti protein, lemak dan karbohidrat yang mudah busuk sehingga menimbulkan bau yang kurang sedap (Shurtleft dan Aoyogi, 1975). Jika ditinjau dari komposisi kimianya, ternyata air limbah tahu mengandung nutrien-nutrien (protein, karbihidrat, dan bahan-bahan lainnya) yang jika dibiarkan dibuang begitu saja ke sungai justru dapat menimbulkan pencemaran. Tetapi jika dimamfaatkan akan menguntungkan perajin tahu atau masyarakat yang berminat mengolahnya.

 

Limbah air tahu (whey tahu) selain mengandung protein juga mengandung vitamin B terlarut dalam air, lestin dan oligosakarida. Whey tahu mempunyai prospek unutk dimamfaatkan sebagai media fermentasi bakteri, diantaranya bakteri asam asetat Asetobacter sp termasuk bakteri Asetobacter xylinum. Asetobacter xylinum dapat mengubah gula subtat menjadi gelselulosa yang biasa dikenal dengan nata.

 

Dengan pertolongan bakteri tersebut (Asetobacter xylinum) maka komponen gula yang ditambahkan ke dalam subtrat air limbah tahu dapat diubah menjadi suatu bahan yang menyerupai gel dan terbentuk di permukaan media. Menurut hasil penelitian micorbial cellulose ini nata selain untuk makanan, sekarang (teruatma di Jepang) telah dikembangkan untukt keperluan peralatan-peralatan yang berteknologi tinggi, misalnya untuk membran sound system.

 

Pemanfaatan air limbah industri tahu untuk produk pangan yang digemari masyarakat merupakan alternatif terbaik yang dapat ditawarkan kepada pengusaha tahu. Selama ini mereka hanya memproses kedelai menjadi tahu serta susu kedelai dan membuang seluruh limbah pabrik. Pada umumnya mereka berpendapat bahwa limbah tersebut tidak bernilai ekonomis sama sekali. padahal pemanfaatan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar industri dengan adanya industry UKM baru berupa pemanfaatan limbah tahu menjadi nata de soya.

 

Limbah tahu mempunyai peluang ekonomis dan potensi gizi yang baik bila diolah menjadi produk pangan nato de soya. Oleh karena itu, pengembangan model usaha nata de soya perlu dilakukan guna mengatasi pencemaran lingkungan di wilayah pemukiman sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk membina pengusaha tahu dalam masyarakat di sekitar industri tahu dalam hubungannya dengan proses produksi, pengemasan dan pemasaran nata de soya.

Salah satu produk pangan asal air limbah tahu yang mempunyai prospek baik adalah pembuatan nata. Hal ini mengingat bahan pangan tersebut banyak digemari dan telah mampu mendapat pasaran baik di Indonesia maupun luar negri. Selama ini nata de coco telah merebut hati masyarakat tetapi sebagian besar belum mengetahui tentang produk nata yang berasal dan air limbah tahu yaitu nata de soya padahal produk ini mempunyai rasa yang lebih enak daripada nata de coco disamping kandungan selulosa dan proteinnya juga jauh lebih tinggi (Basrah Enie dan Supriatna, 1993; Lestari, 1994).

 

Nata de Soya merupakan alternatif pilihan untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang terasa langsung kerugiannya bagi manusia. Pembuatan Nata de Soya sama dengan Nata de Coco, bedanya hanya pada medianya yaitu limbah air kedelai dengan limbah air kelapa.

 

Pengertian nata de soya
Nata de Soya atau sari Nata kedelai adalah sejenis makanan dalam bentuk Nata, padat, putih dan transparan, merupakan makanan penyegar dan pencuci mulut, yang dapat dicampur dengan fruit coctail, es cream atau cukup ditambah sirup saja.
Nata de Soya dibentuk oleh bakteri “Acetobacter xylinum” yang merupakan bakteri asam asetat bersifat aerob, pada media cair dapat membentuk suatu lapisan yang dapat mencapai ketebalan beberapa centimeter, kenyal, putih dan lebih lembut dibanding Nata de Coco.

Cara pembuatan nata de soya
Teknologi pembuatan nata de soya cukup sederhana karena semua bahan baku
baik limbah tahu maupun enzimnya yaitu Asetobacter xylinum semuanya dapat
diperoleh dengan mudah.
Bahan:

  • 2 lt air tahu
  • Bahan A — 1,6 gr NPK
  1. 0,8 gr ZA
  2. 0,8 gr Asam sitrat
  3. 50 gram Gula pasir
  • Bahan B –5 ml Cuka glasial 96%
  • Bahan C — 10% Bibit Nata (Starter)

Cara Membuat:

  1. Saring air tahu.
  2. Masukkan Bahan A (NPK, ZA, Asam sitrat, Gula pasir) kedalam air tahu.
  3. Panaskan campuran di atas sampai mendidih — 5 menit.
  4. Masukkan  Bahan B (Cuka glasial), api dimatikan.
  5. Masukkan dalam wadah steril/bersih, tutup dengan kain/kertas koran.
  6. Setelah dingin masukkan Bahan C (Starter/bibit nata), campur hingga homogen.
  7. Simpan selama  1 – 2 minggu. Selama penyimpanan TIDAK BOLEH DIGOYANG, karena nata terbentuk akan mengendap dan akan terbentuk nata baru di permukaan lagi sehingga nata yang dihasilkan tidak kompak (berupa lapisan-lapisan tipis).
  8. Setelah 1 – 2 minggu nata yang terbentuk kira-kira setebal 2 – 3 cm diambil — Nata de Soya mentah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: