Ketahanan Nasional dalam menghadapi perdaganga bebas ( ACFTA)

Pendahuluan

Pengertian ketahanan nasional

Pengertian secara umum adalah Ketahanan nasional adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang mampu mengembangkan kekuatan  atau potensi nasional dalam rangka untuk menghadapi ancaman,tantangan,hambatan gangguan,dari luar maupun dari dalam ,langsung maupun tidak langsung yang membahayakan eksistensi negara kita . Pengertian secara konstitusional (GBHN)Ketahanan nasional adalah suatu kondisi dinamis bentuk integritas kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Pengertian secara operasional ketahanan nasional hakekatnya adalah kondisi dinamis suatu bangsa mengandung keuletan dan ketangguhan untuk mengembangkan kekuatan nasional dan ketahanan nasional yang tangguh akan lebih mendorong dan berhasil nya pembangunan nasional. Pengertian sebagai dokrin dasar Sebagai dokrin dapat diartikan sebagai suatu pandangan yang diyakinin kebenaran , dihayati dan ditanamkan dalam bentuk pola pikir, pola sikap,pola tindak dan pola tingkah laku, sehinnga akan terbentuk pola tindak dan tingkah laku pada pengelolaan system kehidupan nasional yang memiliki kemampuan dan kekuatan nasional yang dibutuhkan dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan kehidupan nasional. Pengertian sebagai metode adalah metode yang digunakan ketahanan nasional dalam pengelolaan system kehidupan nasional adalah metode astagatra yang terdiri dari trigatra dan pancagatra yaitu :

–       Trigatra =) geografi , sumber alam , dan penduduk ( jumlah, distribusi/ penyebaran,kualitas )

–       Pancagatra =) ideology, politik , ekonomi ( globalisasi, struktur, pembinaan sumber daya manusia, dan dana . kemampuan manajemen, penyediaan infranstruktur,hubungan ekonomi luar negeri , pemasaran, peranan birokrasi,dan pemerintahan) social budaya dan pertahanan keamanan.

LATAR BELAKANG

Hakekatnya tidak ada satu negara pun di dunia ini yang bebas dari gannguan yang dapat mengancam eksistensinya sebagai bangsa dan Negara yang merdeka setiap bangsa berbeda dalam membina kewaspadaan nasional adalah sikap mental yang peka terhadap kemungkinan datangnya ancaman , gangguan, hambatan.dan tantangan ketahanan nasional dan pembangunan nasional. Pancasila adalah ideolodi Negara yang diyakini kebenaran berakar dan bersumber pada budaya bangsa. wawasan nusantara adalah acuan menuju tujuan , pedoman mewujudkan kesatuan seluruh aspek kehidupan , saling terkait secara komprehensif terpadu pada semua tahap kegiatan manajerial. Ketahanan nasional adalah upaya pengembangan kekuatan dan kekuasaan nasional secara ilmiah membutuhkan tingkat ketahanan nyata membutuhkan data sebagai gambaran obyektif, diperlukan teori untuk memahami data tersebut. Realita kehidupan bangsa dalam konteks dengan ketahanan nasional dan anatomi dengan ketegangan. Kemampuan suatu bangsa mengatasi segala bentuk dan jenis ancaman , gangguan ,hambatan dan tantangan titik beratnya pada keuletan dan ketangguhan bangsa, perjalanan sejarah bangsa Indonesia menunjukkan telah terjadinya pentimpangan-penyimpangan akan tetapi NKRI tetap mampu mempertahankan eksistensi dan integritasnya.

PEMBAHASAN

Menteri perdagangan mengatakan, Indonesia tidak akan menunda penerapan  perdagangan bebas ASEAN – China (ACFTA) yang berlaku pada 1 januari 2010 merupakan hasil koordinasi dengan kementrian coordinator bidang perekonomian itu akan mengkaji , terkait dengan prasarana, biaya ekonomi tinggi,biaya transportasi dan sebagainya terkait sector makro “ apakah yang harus dipikirkan adalah bagaimana mengamankan pasar dalam negeri sebab kita harus menjamin bahwa produk yang beredar dalam negeri sesuai standard an tidak membahayakan konsumen , seluruh negara pasti memiliki peraturan agar produk yang masuk aman dan sesuai standart sehingga Indonesia juga harus menjamin produk yang di eksport ke negara lain aman dan memenuhi standart . pihaknya juga akan perdagangan yang tidak adil, misalnya produk yang dijual dengan harga sangat murah langkah secara  positif menyikapi penerapan ( ACFTA) yakni meningkatkan penggunaan berdasarkan Inpres nomor 2/2009 tersebut maka pengadaan pemerintah, baik pemerintah produk dalam negeri untuk pengadaan di luar pemerintah pihaknya akan terus mengampanyekan 100% cinta produk Indonesia sebab produk dalam negeri sangat banyak seperti : garmen, sepatu dan sebagainya lalu langkah terakhir adalah mempromosikan barang yang memiliki peluang eksport dengan menggali potensi pasar. Dinas perindustrian dan perdagangan sudah mempersiapkan kajian tentang apa saja barang yang bisa dieksport.

Menanggapi Asean China Free Trade Agreement yang akan berlaku pada 1 januari 2010 Menteri Perdagangan , akan membuka seluas-luasnya sector perdagangan pasar bebas perjanjian ACFTA bisa dinegosasikan ulang pemerintah untuk dibatalkan , hukum tertinggi kita adalah UUD’45, bahwa UUD’45 mengharamkan praktik ekonomi berdasar pasar bebas dikawasan Asean jika dibiarkan maka pengusaha kecil dan menengah akan menjadi korban, Indonesia terlalu terburu-buru menyepakati perdagangan tanpa kesiapan industry nasional dan ekonomi. Karena Indonesia mau di anggap sebagai Negara maju, Negara yang ekonominya kuat padahal belum siap. Implikasi dari ACFTA ini maka pengusaha kecil dan menengah akan menjadi korban, nilai kompetisi kita sangat rendah bila dibandingkan dengan China. China itu memproduksi produk secara massal dan insentif yang besar dari pemerintahnya, produk indonesia akan kalah saing dengan produk mereka. Bahkan Indonesia akan terancam bangkrut ika perdagangan bebas dengan china jadi diterapkan pada 2010 , sekarang saja ketika produk china masih dikenakan bea materai 5%harga barang dari tirai bambu itu masih murah dibandingkan dengan produk dalam negeri lihat saja barang impor dari China yang harganya lebih murah jika dibandingkan produk local dan membuat industry dalam negri berkelimpungan dan para pengusahan melihat tak sekedar ancaman karena saat ini industry tekstil sudah didefisit lebih dari US$ 520 juta dan jika bea masuk menjadi nol persen industry local tak bisa bersaing dan bukan tak mungkin terjadi pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Hal ini malah sebaliknya pemberlakuan perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Agrrement tidak perlu di khawatirkan akan menekan perindustrian dalam negeri ACFTA akan member peluang Republik Indonesia untuk meningkatkan perdagangan Indonesia akan mengalami surplus yang meningkat, satu yang menjadi perhatian pemerintah adalah perlindungan terhadap industri baja dalam negeri , karena mengingat kekhawatiran industry baja RI akan kalah bersaing dengan industry baja China sebab itu pemerintah akan melakukan pembicaraan ulang seperti besi baja kemudian tekstil agar kebijakan itu di berlakukan sesuai dengan waktu normal yang ditentukan sebelumnya. Rencana pemberlakuan ACFTA dipercepat di tahun 2010 dari rencana normal tahun 2015 untuk mencegah  terjadi penyeludupan, antidumping, perdagangan yang tidak jujur, dan lain sebagainya. Persoalan ketika Indonesia dan dalam hal ini bersama dengan ASEAN berhadapan dengan China bagaimana asean harus menempatkan diri disatu sisi Indonesia dihadapkan pada soal yang tidak mungkin melaksanakan diploma sendirian atas basis bilateral, tapi disisi lain Indonesia juga ikut dalam percaturan perdagangan yang lebih global. Apalagi dalam konteks perekonomian antara China –Indonesia berbeda dengan Jepang – Indonesia, Indonesia –Jepang lebih saling ketergantungan sementara china- Indonesia punya persamaan komoditi yang ada prinsipnya lebih kompetitif.

KESIMPULAN :

Berkenaan dengan diberlakukannya zona perdaganagn bebas Tiongkok – ASEAN (AFTA dan AFCTA) mungkin bagi anggota dewan kompasioner yang tidak berlatar belakang pendidikan ekonomi agak kurang memahami (implikasi)nya. Apakah itu akan baik atau buruk bagi kita? Apa akibat yang paling mungkin akan terjadi bagi (ekonomi) negara kita akibat adanya perdangangan bebas semacam itu

.Apa yang dimaksud dengan perdagangan bebas internasional adalah perdagangan antar negara yang bebas dari hambatan masuk dan keluar, impor dan ekspor. Perdagangan antar negara tidak seperti perdagangan di dalam suatu negara; dalam perdagangan antar negara ada bea masuk impor yang dikenakan terhadap barang-barang luar negeri yang masuk ke negara lain, di samping ada juga pajak ekspor yang dikenakan atas penjualan barang ke luar negeri.

Manakala terjadi perdagangan bebas, terjadi juga persaingan bebas diantara para produsen dari negara-negara yang berrbeda, dan seperti proses yang digambarkan di atas mekanisme pasar akan menyingkirkan para produsen dari negara-negara yang tidak mampu bersaing. Karena adanya perbedaan kualitas sumberdaya manusia, ketersediaan faktor produksi, penguasaan teknologi dan infrastruktur (negara-negara maju sudah mengakumulasi selama ratusan tahun) maka biaya produksi di negara-negara berkembang akan lebih tinggi sehingga para produsen mereka akan menghasilkan barang-barang dengan harga yang relatif lebih mahal daripada harga barang dari negara maju. Dalam persaingan ini tentu saja para produsen dari negara-negara berkembang akan kalah, pasar produksi mereka akan direbut, usaha mereka dilikuidasi dan para pekerja mereka akan kehilangan pekerjaan.

SARAN :

Indonesia tengah berusaha meningkatkan kinerja produksi dalam negeri, khususnya meningkatkan kemandirian usaha melalui berbagai kebijakan ekonomi (kredit usaha kecil, PNPM mandiri, kredit Usaha Tani, dan berbagai subsidi pemerintah untuk menumbuhkan ketahanan ekonomi dalam negeri). Upaya tersebut di atas ditujukan untuk melahirkan efisiensi ekonomi dalam negeri, sehingga pengusaha lokal mampu meningkatkan skala ekonomi yang pada akhirnya mampu menyediakan hasil produksi yang dapat diterima masyarakat pada tingkat harga terjangkau (murah).

Upaya di atas didukung pula oleh aksi anti korupsi yang diarahkan untuk mengurangi ekonomi biaya tinggi. Ketika berbagai pungutan liar, serta penyalahgunaan kewenangan anggaran, dan berbagai penggelembungan anggaran telah terkurangi, bahkan dihilangkan, maka efisiensi produksi nasional relatif akan tercapai.

Berbagai usaha di atas tengah dilakukan, efisiensi ekonomi masih merupakan tujuan, hal ini mengandung arti bahwa harga barang dan jasa yang diproduksi perusahaan dalam negeri baik kecil, menengah, maupun besar relatif masih mahal, jika proses produksi menggunakan bahan baku impor maka tentu harga komoditas tersebut semakin mahal, sebab kurs dollar terhadap rupiah masih tinggi.Kondisi di atas mencerminkan bahwa Indonesia sesungguhnya belum siap melakukan perdagangan bebas dengan negara lain, apalagi dengan negara yang telah mencapai efisiensi ekonomi. Jika kita tetap melakukannya maka produsen dalam negeri akan kehilangan konsumen faktual dan konsumen potensialnya, sebab mereka akan beralih kepada komoditas impor yang lebih murah.

Menyikapi perdagangan bebas ASEAN-China, khususnya Indonesia-China, sesungguhnya merupakan perdagangan bebas yang tidak adil. Kita mengenal sistem ekonomi China belum bisa dikatakan keluar sepenuhnya dari sistem ekonomi terpimpin (Command economic System), berarti komoditas yang dihasilkan China merupakan komoditas nasional, meskipun dihasilkan oleh produsen swasta dapatkah kita menjamin hilangnya keterlibatan Pemerintah China dalam proses produksi (hilangnya subsidi pemerintah, serta bantuan pemerintah lainnya terhadap pengusaha). Pada kondisi seperti ini sesungguhnya produsen swasta Indonesia tengah bersaing dengan negara China sebagai produsen, akan mampukah produsen Indonesia bersaing dengannya ?. Kesulitan bersaing produsen swasta Indonesia dengan produk China terletak pada tingkat efisiensi yang dicapai oleh masing-masing produsen. Tingkat efisiensi produksi produsen swasta Indonesia tentu kalah oleh tingkat efisiensi produksi China, sebab berbagai unsur pendukung tercapainya efisiensi di China sepenuhnya merupakan kebijakan Pemerintah China, sebab negaranya merupakan produsen, dan tingkat ekonomi biaya tinggi di negara China relatif sangat rendah.

saran untuk mengurangi dampak negatif perdagangan bebas Indonesia-China terhadap Produsen Indonesia adalah :

a). Mempercepat proses pencapaian efisiensi ekonomi melalui pengembangan sarana dan prasarana pasar komoditas  lokal (Pengembangan sarana pasar tradisional, menjadi saran pasar tradisional modern). b). Pengembangan komoditas yang berbasis bahan baku lokal. c). Meniadakan praktik ekonomi biaya tinggi yang bersumber dari berbagai pungutan liar yang berkenaan dengan perizinan serta faktor-faktor administratif lainnya, korupsi, pembengkakan anggaran (mark up), dan praktir kotor lain yang berkenaan langsung dengan meningkatnya biaya produksi. d). Menutup impor barang dan jasa yang telah diproduksi di Dalam Negeri. e). Memperluas jaringan kerjasama usaha di dalam negeri, sehingga produsen dalam negeri memperoleh kemudahan dalam penyediaan bahan baku, sumber dana, serta kemudahan melakukan promosi pada berbagai media massa. f). Meningkatkan subsidi pemerintah khususnya untuk barang yang diproduksi swasta namun berkaitan dengan hajat hidup rakyat (misalnya komoditas minyak dan gas alam beserta distribusinya, komoditas pangan terutama beras, komoditas pakaian dan derivasinya, jasa komunikasi dan transfortasi, air minum, air bersih, listrik dan komoditas publik lainnya), hal ini dilakukan agar dicapai efisiensi lebih cepat. (ingat kewajiban yang diemban negara dari UUD-45, pasal 33).

Perdagangan bebas antar negara yang memiliki tingkat efisiesi yang seimbang memang menguntungkan, khususnya bagi pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap produk yang tidak diproduksi di dalam negeri, namun jika perdagangan bebas dilakukan antara negara yang telah memperoleh efisiensi karena sistem ekonomi dan keterlibatan negara sangat mendukung dengan negara berkembang yang belum mencapai tingkat efisiensi dalam perekonomiannya, maka yang terjadi adalah ketidak adilan. Jika perdagangan bebas memperdagangkan barang yang telah di produksi di dalam negeri negara yang tidak efisien, maka perdagangan bebas merupakan penghancuran dalam pergaulan ekonomi dunia bukan ajang pemelaratan manusia, namun alat untuk mensejahterakan manusia, jika ternyata perdagangan bebas melahirkan kesengsaraan rakyat Indonesia, sebaiknya Indonesia menunda perdangan bebas sampai dicapai tingkat efisiensi ekonomi nasional dan siap bersaing.

Nama               : Nani Purwanti

Kelas               : 2 EA 11

Npm                : 10208870

Tugas Pendidikan Kewarganegaraan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: